Rindu Rasulullah ﷺ, Menjadi “Ikhwan” yang Beriman Meski Tak Pernah Berjumpa

Rasilnews — Kerinduan kepada Rasulullah Muhammad ﷺ menjadi salah satu bentuk kecintaan yang semestinya tumbuh dalam diri setiap muslim. Meski hidup jauh setelah masa Rasulullah ﷺ dan tidak pernah berjumpa secara langsung, umat Islam tetap dapat menunjukkan kecintaan kepada beliau melalui keimanan, memperbanyak shalawat, serta berusaha mengikuti sunnahnya.

Pesan tersebut disampaikan Ustaz Wahyudi KS dalam tausiyah di hadapan jamaah Salat Subuh Masjid Raya Cibubur Country (MRCC), Ahad (16/8/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Cibubur Country dengan Radio Silaturahim dalam menghadirkan narasumber Rasil pada kegiatan tausiyah Subuh. Kerja sama tersebut menjadi sarana memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, sekaligus menumbuhkan kecintaan umat kepada Rasulullah ﷺ.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Wahyudi KS mengajak jamaah memahami makna menjadi bagian dari umat yang memiliki kecintaan kepada Rasulullah ﷺ, meskipun tidak pernah melihat dan berjumpa langsung dengan beliau.

Rasulullah ﷺ menjelaskan kedudukan para sahabat dan umat yang datang setelah mereka. Para sahabat merupakan generasi yang pernah hidup bersama dan berjumpa dengan Rasulullah ﷺ. Sementara umat yang datang kemudian tetap memiliki ikatan keimanan dengan beliau meskipun tidak pernah melihat secara langsung.

Karena itu, kerinduan kepada Rasulullah ﷺ tidak cukup hanya menjadi perasaan di dalam hati. Kerinduan tersebut perlu diwujudkan melalui keimanan, memperbanyak shalawat, mengenal perjalanan hidup Rasulullah ﷺ, serta berusaha mengikuti ajaran dan sunnah beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Semakin seorang muslim mengenal akhlak, perjuangan, keteladanan, dan ajaran Rasulullah ﷺ, diharapkan semakin kuat pula kecintaan dan kerinduan kepada beliau.

Memahami Makna “Ikhwan” Rasulullah ﷺ

Dalam kajian tersebut juga dibahas mengenai istilah “ikhwan” atau saudara Rasulullah ﷺ. Istilah tersebut tidak semestinya dipahami sebagai milik kelompok, organisasi, maupun golongan tertentu.

Setiap muslim yang beriman kepada Rasulullah ﷺ, membenarkan risalah beliau, mencintai beliau, serta berusaha mengikuti ajarannya memiliki hubungan keimanan sebagai bagian dari umat Rasulullah ﷺ.

Ustaz Wahyudi KS juga mengingatkan jamaah mengenai hadis Rasulullah ﷺ tentang generasi terbaik:

“Khairukum qarnī, tsumma alladzīna yalūnahum, tsumma alladzīna yalūnahum.”

Artinya, sebaik-baik generasi adalah generasi Rasulullah ﷺ, kemudian generasi setelah mereka, dan kemudian generasi setelah mereka.

Generasi pertama adalah Rasulullah ﷺ bersama para sahabat radhiyallahu ‘anhum, kemudian generasi tabi’in, dan selanjutnya tabi’ut tabi’in. Ketiga generasi tersebut menjadi generasi utama dalam sejarah Islam dan menjadi rujukan keteladanan bagi umat setelahnya.

Namun, keutamaan generasi tersebut bukan berarti umat yang datang kemudian tidak memiliki kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Rasulullah ﷺ. Umat Islam masa kini tetap dapat menunjukkan kecintaan kepada beliau dengan membenarkan risalahnya, memperbanyak shalawat, menjaga keimanan, dan mengikuti sunnahnya.

Taubat Harus Diikuti Perubahan

Selain membahas kecintaan kepada Rasulullah ﷺ, tausiyah juga mengingatkan pentingnya taubat dan memperbaiki diri.

Taubat tidak cukup hanya dengan mengucapkan istighfar. Taubat harus disertai penyesalan atas dosa dan kesalahan yang telah dilakukan, meninggalkan perbuatan tersebut, serta berusaha memperbaiki diri.

Allah SWT memberikan kesempatan kepada hamba-Nya untuk kembali kepada-Nya melalui taubat dan perbaikan diri. Karena itu, seseorang yang pernah melakukan kesalahan tidak semestinya berputus asa dari rahmat Allah SWT.

Taubat harus diwujudkan melalui perubahan nyata. Penyesalan atas masa lalu perlu diikuti dengan kesungguhan meninggalkan perbuatan yang tidak diridhai Allah SWT, memperbaiki kehidupan, serta berpegang teguh kepada ajaran-Nya.

MRCC, Masjid dengan Konsep Terbuka

Masjid Raya Cibubur Country merupakan fasilitas tempat ibadah yang berada di kawasan perumahan Cibubur Country, Jalan Letda Nasir, Cikeas-Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Masjid ini dibangun oleh pengembang Agung Sedayu Group pada 2011 dan selesai pada 2012. Bangunannya mengusung konsep terbuka dengan memaksimalkan ruang terbuka, taman, ventilasi, dan pencahayaan alami.

Konsep tersebut dirancang untuk menciptakan sirkulasi udara yang baik sekaligus memberikan suasana yang nyaman bagi jamaah. Masjid juga dilengkapi area taman dan teras semi terbuka sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan keislaman dan kemasyarakatan.

Melalui kegiatan tausiyah Subuh ini, DKM Masjid Raya Cibubur Country dan Radio Silaturahim berupaya menghadirkan ruang dakwah yang dapat memperkuat keimanan sekaligus mempererat hubungan silaturahmi di tengah masyarakat.

Kecintaan kepada Rasulullah ﷺ pada akhirnya bukan hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui keimanan, shalawat, akhlak, taubat, dan kesungguhan mengikuti ajaran beliau.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk umat yang benar-benar mencintai Rasulullah ﷺ, memperbanyak shalawat kepada beliau, mengikuti sunnahnya, memperbaiki diri, serta memperoleh kesempatan untuk berkumpul bersama Rasulullah ﷺ di dalam surga. Aamiin.

Comments (0)

Your email address will not be published. Required fields are marked *